Berita Bola Terbaru – Neymar membuktikan setinggi apa kualitasnya, dengan langsung memberi impresi luar biasa dalam debutnya bersama Paris Saint-Germain.

Semua orang tak habis pikir mengapa Paris Saint-Germain rela menghabiskan uang sampai €222 juta yang pecahkan rekor transfer demi dapatkan Neymar. Pun dengan gaji €40 juta per musim belum termasuk bonus, yang akan diterima sang pemain dalam lima tahun ke depan.

Alasannya memang jelas. Selain untuk kepentingan komersil, Neymar memang dipandang sebagai salah satu pesepakbola terbaik sejagat saat ini. Dengan kehadirannya PSG berharap The Golden Boy sanggup mewujudkan mimpi menjuarai Liga Champions. Turnamen antarklub paling prestise di Eropa, di mana mereka bahkan tak pernah sampai ke babak semi-final.

Namun apakah Neymar memang sehebat dan sesiginifikan itu? Apakah uang yang dikeluarkan para konglomerat Qatar di PSG sepadan? Apalagi dia bukanlah Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, yang merajai penghargaan pemain terbaik dunia sedekade terakhir.

Pertanyaan itu baru bisa dijawab minimal setelah Neymar menjalani musim perdananya di Paris. Namun setidaknya PSG mulai mendapat ketenangan batin, melihat bagaimana Neymar melakoni debutnya, Senin (14/8) dini hari tadi.

“Remarquable” adalah diksi Prancis yang tepat untuk menggambarkan kemilau Neymar dalam debutnya untuk PSG di ajang Ligue 1 Prancis. Menghadapi Guingamp, dia tampil memukau dan sukses mendapat predikat man of the match.

Lawannya memang Guingamp, tim medioker Ligue 1. Namun bukan sembarang pemain yang sanggup mencetak satu gol, satu assist, hingga mendapat nilai sempurna dari laman statistik sepakbola Whoscored dalam debut di kasta tertinggi sepakbola Prancis. Neymar bahkan belum genap sepuluh hari berlatih di PSG dan tak ikut dalam tur pramusim.

” Pengakuan Gerard Pique Atas Kepergian Neymar “

Formasi 4-3-3 yang diterapkan serta gaya bermain mendominasi yang sudah jadi style PSG, terbilang memudahkan Neymar untuk langsung tancap gas. Apalagi sang pelatih, Unai Emery, menempatkannya di posisi winger kiri yang jadi favoritnya dan diberi kewenangan menjelajah lapangan.

Plus dikelilingi sederet pemain kelas dunia sebagai rekannya — terutama Edinson Cavani dan Angel Di Maria di lini depan — harus diakui tugas Neymar untuk langsung klop dengan PSG jadi lebih ringan. Namun tetap saja dia mampu menunjukkan bahwa dirinya memang spesial.

Terdapat dua aksi signifikan dari Neymar dalam debutnya. Pertama adalah lepasan assist-nya yang membelah lini pertahanan Guingamp untuk Cavani mencetak gol. Selanjutnya tentu saja tatkala dirinya mencatatkan nama di papan skor pada periode akhir laga, dengan kali ini Cavani yang membuat assist.

Di luar itu, Neymar juga secara luar biasa sanggup melakukan 11 dribel sukses, membuat hingga tujuh umpan kunci, dan melepaskan enam tembakan. Ketiga statistik itu menempatkannya di posisi paling atas dibanding semua pemain yang terlibat di partai ini.

Selain itu pengaruh besar Neymar juga terlihat dari heatmap-nya saat melakukan sentuhan terhadap bola (128 kali) dan kala melepaskan operan (88 kali). Eks Barcelona itu sungguh menjelma jadi pusat permainan Les Parisiens.

Tak heran bila kemudian PSG dibawanya mengakhiri pertandingan lewat kemenangan telak 3-0. Mereka pun kukuh di puncak klasemen sementara Ligue 1.

Sanjungan tak pelak membanjiri Neymar atas sensasi yang dihadirkan dalam debutnya. Bahkan pelatih Guingamp, Antoine Kombouare, mengakui betapa bintang internasional Brasil itu bisa menjadi pembeda di lapangan.

“Neymar tampil luar biasa sepanjang laga. Karenanya dia layak mendapat gol di partai ini. Kualitas permainannya sungguh jadi pembeda untuk PSG, walau saya sebelumnya berharap kami tak dijadikannya korban pertama,” ungkap Kmbouare, seperti dikutip L’Equipe.

Kebahagiaan pun menyelimuti Neymar selepas laga. Dia mengaku sangat senang dengan debutnya dan segala situasi yang mengitarinya di PSG. Dia bahkan tak ragu menyatakan dirinya kini lebih bahagia ketimbang saat membela Barca dahulu.

“Saya bermain, saya sangat senang dan sepakbola memang seperti itu. Saya sangat senang dengan trofi [man of the match], tapi yang terpenting adalah PSG bisa menang. Banyak orang berpikir bahwa dengan meninggalkan Barca saya akan mati, tapi tidak, justru sebaliknya. Saya merasa lebih hidup ketimbang sebelumnya,” ungkap Neymar, seperti dikutip Goal Prancis.

Melihat impresi luar biasa Neymar dalam debutnya untuk PSG, tampaknya kita tak bisa lagi membuat lelucon soal impian pasukan supermahal Nasser Al-Khelaifi mengecup Si Kuping Lebar.