Cole menyebut Arsenal sebagai ‘klubnya’ dan kecewa dengan perlakuan fans mereka setelah ia mengamankan kepindahan ke Chelsea pada 2006 silam.

Ashley Cole mengaku sedih dengan kebencian yang masih ditunjukkan fans Arsenal terhadapnya setelah mengamankan transfer ke klub rival Chelsea lebih dari 12 tahun lalu.

Cole, yang tumbuh besar di akademi Arsenal sejak usia sembilan tahun, secara kontroversial memaksakan kepindahan ke Stamford Bridge dan banyak pihak menyebut faktor finansial menjadi penyebabnya.

Waktu itu, Cole merapat ke Chelsea dengan tebusan senilai £5 juta ditambah William Gallas, namun transfer itu rupanya masih melukai hatinya karena ia menyebut Arsenal sebagai klubnya.

“Itu [rasa sakit] masih ada di sana,” kata Cole kepada Monday Night Football. “Itu melukai saya karena itu bukan hanya kesalahan saya. Saya tidak pergi tanpa alasan. Saya tidak menemui [manajer Arsenal waktu itu] Arsene Wenger dan bilang ‘hari ini saya ingin pergi’ – ada lebih banyak hal selain itu.

“Itu terjadi di sepakbola dan saya juga melihat itu terjadi kepada banyak pemain. Itulah kehidupan.

“Saya sudah move on dan mereka juga, namun terkadang saya merasa sedih karena mereka adalah klub saya dan saya bermain di sana sejak usia sembilan tahun. Untuk mendapatkan rasa benci dari fans terkadang membuat saya sedih,” imbuhnya.

Setelah meninggalkan Arsenal, Cole lantas membawa Chelsea meraih satu gelar Liga Primer, empat Piala FA, satu Piala Liga, satu Community Shield, satu Liga Champions dan satu Liga Europa.

Bek kiri yang kini berusia 38 tahun itu untuk saat ini terikat kontrak dengan klub Liga Championship Inggris Derby County.