David De Gea menjadi pusat perhatian di Wembley, Minggu (13/1) malam WIB, ketika 11 penyelamatannya sukses mengamankan tiga poin Manchester United atas Tottenham Hotspur

Terlepas dari kontribusi masif sang kiper Spanyol, kemenangan United atas Spurs tidak mungkin terjadi tanpa gol semata wayang yang dicetak oleh Marcus Rashford.

Dalam sebuah skema serangan balik jelang turun minum, Rashford mampu mengontrol umpan brilian Paul Pogba dari lini tengah. Ia lantas berlari kencang ke kotak penalti seraya melirik sekali ke arah gawang, sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit untuk menaklukkan Hugo Lloris.

Itu adalah gol ke-40 Rashford untuk United di semua kompetisi. Jumlah gol tersebut ia kumpulkan dari 149 pertandingan. Bukan statistik yang buruk untuk seorang pemain berusia 21 tahun.

Faktanya, catatan gol itu lebih impresif ketimbang Cristiano Ronaldo semasa masih di United. Ronaldo muda kala itu sanggup mengemas 31 gol dari 149 laga pertamanya bersama Setan Merah.

Rashford sendiri mengalami peningkatan performa yang cukup signifikan sejak manajer interim Ole Gunnar Solskjaer bertugas. Dulu kerap dimainkan sebagai pemain sayap, kini Rashford kembali ke fitrahnya sebagai striker sentral.

Perubahan posisi itu mengingatkan kita pada Ronaldo, yang kemampuan mencetak golnya meroket tinggi setelah ditempatkan lebih dekat ke gawang.

Rashford kini sudah mengemas tujuh gol di Liga Primer Inggris musim ini, dengan empat gol di antaranya tercipta di bawah arahan Solskjaer. Tak heran jika Romelu Lukaku harus rela tersingkir ke bangku cadangan.

“Dia punya kecepatan yang menakjubkan dan kini dia bertambah kuat. Dia bisa menahan bola dan mendistribusikannya dengan baik. Dia bisa menjadi striker top. Kita membicarakan level Harry Kane. Saya yakin Marcus punya potensi untuk ke sana,” kata Solskjaer

Jika perkembangannya terus menanjak, Rashford bukan cuma menyamai level Kane. Level Ronaldo pun bisa digapainya.