Barcelona, Chelsea hingga Dortmund mulai kepincut dengan potensi Piatek yang menghebohkan pentas Serie A musim ini.
Awal September lalu, atau tepatnya ketika Serie A Italia musim 2018/19 baru dimulai, mungkin hanya sedikit yang mengenal Krzysztof Piatek.

Ekspektasi pun tak begitu besar kala mengiringi kepindahan sang striker Polandia dari klub lokal Cracovia Krakow menuju Genoa. Piatek baru terkejut ketika diwawancarai oleh La Gazzetta dello Sport, salah satu media ternama di Italia dan mendadak tenar.

“Saya pikir itu hanya sekadar surat kabar lokal, tapi sehari setelah mereka menerbitkannya, saya tiba-tiba mendapat banyak panggilan telepon dari Polandia,” ungkap pemain berusia 23 tahun tersebut kepada Sportowefakty.

“Semua orang berkata, ‘Anda diwawancarai oleh salah satu surat kabar olahraga ternama di Italia, selamat!’ Lantas seletah itu saya baru memahami betapa populernya Gazzetta dan sangat berartinya sepakbola di Italia.”

Perhatian besar tersebut bisa dipahami. Piatek mencuri atensi setelah mengemas lima gol dari hanya dua penampilan awalnya bersama Genoa, meski empat di antaranya tercipta di ajang Coppa Italia lawan klub Serie B, Lecce. Tapi itu sudah cukup untuk menjadi sinyal pembuktian kapasitasnya.

Sejak saat itu, Piatek kerap menghiasi tajuk utama sejumlah laman olahraga. Performanya di atas lapangan terus meningkat dengan bukti torehan 13 gol dari delapan penampilannya di semua kompetisi sejauh ini. Sembilan di antaranya ada di Serie A yang menjadikannya topskor sementara mengungguli nama-nama beken seperti Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain dan Mauro Icardi.

Piatek juga mencatatkan namanya dalam buku sejarah. Ia menjadi pemain Genoa pertama yang selalu mencetak gol dalam enam pertandingan awal musim secara beruntun. Tidak ada debutan setajam dirinya sejak Karl Aage Hansen di Atalanta pada musim 1949/50 silam.

Panggilan memperkuat tim nasional Polandia pun datang untuk pertama kalinya pada bulan lalu dan kini namanya digadang-gadang sebagai penerus Robert Lewandowski yang merupakan ujung tombak utama negaranya. Dengan reputasi anyar, Piatek kini menjadi incaran banyak klub papan atas Eropa, di antaranya Barcelona, Borussia Dortmund dan Chelsea.

Menjual sang bomber akan menjadi keuntungan finansial bagi Genoa, yang memboyongnya hanya senilai €4.5 juta pada musim panas lalu, terlebih kala itu tidak ada satu pun yang sejeli presiden Genoa, Enrico Preziosi dalam menilai potensi Piatek.

“Saya tertarik padanya setelah melihat sejumlah rekaman video,” ungkap Preziosi kepada Corriere dello Sport. “Saya melihatnya melalui beberapa rekaman dan sehari setelah itu, saya menuntaskan kesepakatan karena takut ada klub lain yang akan mengambilnya. Saya membayar €4.5 juta, tapi Anda akan melihat berapa mahal ia layak dinilai dalam beberapa tahun ke depan.”

Preziosi benar adanya, kini pemain kelahiran Dzierżoniów tersebut punya nilai jual mencapai €35 juta. Tidaklah berlebihan jika melihat catatan impresifnya sejauh ini, juga dari sisi kualitas individu, Piatek punya keunggulan dalam sentuhan awal, kecepatan untuk membelah pertahanan lawan, bisa mencetak gol dengan kedua kakinya, kuat dalam duel udara dan yang paling penting punya ketenangan sebagai striker.

Akankah Piatek benar-benar mengikuti jejak Lewandowski, dalam artian mengembangkan karier bersama klub yang lebih besar? Menarik untuk disimak, namun yang pasti sensasi saat ini akan menjadikannya salah satu pemain yang paling diinginkan pada bursa transfer mendatang.