Subangkit menyatakan, performa Sriwijaya mengalami perbaikan di babak kedua, tapi masih belum memaksimalkan peluang.

Karteker pelatih Sriwijaya FC Subangkit menilai kurangnya dukungan dari lini tengah membuat mereka gagal meraih hasil positif, sehingga takluk 2-0 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kemarin sore.

Subangkit menilai babak pertama mereka mengalami kesulitan akibat tekanan yang diberikan tuan rumah. Namun Sriwijaya FC mampu memberikan perlawanan kepada Persib setelah dilakukan sejumlah perubahan.

“Kami ditekan di babak pertama. Dukungan dari lini tengah juga kurang. Tapi, di babak kedua ada perubahan. Yu [Hyun Koo] dan Abi [sapaan Syahrian Abimanyu] bermain lebih ke depan untuk membantu serangan. Kami sebenarnya mendapatkan beberpa peluang,” jelas Subangkit.

“Ini hasil yang jelek untuk Sriwijaya FC. Saya masih membutuhkan waktu untuk menyatukan chemistry pemain. Tapi itu tidak akan lama, karena mereka merupakan pemain profesional.”

Subangkit juga enggan menanggapi keputusan wasit yang mengesahkan gol Patrich Wanggai, karena menganggap bola sudah melewati garis gawang.

Hal senada diungkapkan Yu. Pemain asal Korea Selatan ini enggan membicarakan masalah wasit, dan menyatakan penggawa Laskar Wong Kito sudah bekerja keras agar bisa meraih hasil maksimal.

“Saya tidak mau membicarakan masalah wasit, saya sudah bosan. Kami sudah bermain maksimal dan bersungguh-sungguh. Tapi banyak pemain masuk, sehingga kami butuh waktu agar lebih baik lagi,” kata Yu.