Juventus sukses hadirkan sejarah tapi juga mengaduk emosi para penggemarnya, lewat aktivitasnya di bursa musim panas ini.

Bursa musim panas 2018 bisa dikatakan sebagai periode transfer paling bersejarah untuk Juventus. Selain itu berbagai aktivitas yang tersaji juga sukses mengaduk emosi Juventini seantero dunia.

Bersejarah, karena setelah Gonzalo Higuain pada 2016 lalu, Juve kembali mencatat rekor pembelian termahal sepanjang sejarah klub dalam diri Cristiano Ronaldo. Pemain yang diperdebatkan sebagai yang terbaik dalam sejarah sepakbola tersebut diboyong lewat banderol €112 juta.

Mengaduk emosi, karena seiring kedatangan Ronaldo, hadir efek domino yang tak diharapkan mayoritas Juventini. Pemain yang dicintai dan punya prospek menjanjikan harus pergi, untuk kemudian diganti pahlawan lawas yang dicap sebagai pengkhianat.

Kesuksesan mendatangkan Emre Can, Mattia Perin, Joao Cancelo, dan terutama Cristiano Ronaldo membuat para direktur transfer Juve layak mendapat sanjungan setinggi langit.

Terlebih mantan pahlawan Juve yang masih berstatus sebagai bek terbaik Italia, Leonardo Bonucci, tinggal selangkah lagi meresmikan transfernya. Walau kesepakatan satu ini dihujani kritik, Beppe Marotta dan Fabio Paratici sebagai otak transfer layak bangga dengan kinerjanya.

Melihat kebutuhan skuat saat ini, bisa disimpulkan bahwa I Bianconeri sudah tak perlu lagi aktif memburu pemain di sisa waktu bursa. Namun seperti dilaporkan berbagai media Italia, langkah kejutan bisa saja dilakukan andai salah satu pilar mereka pergi.

Adalah Miralem Pjanic dan Alex Sandro, yang masih miliki potensi untuk hengkang karena adanya minat dari klub-klub besar Eropa.

Untuk Pjanic, Juve memproyeksikan Sergej Milinkovic-Savic atau eks bintangnya, Paul Pogba, sebagai pengganti. Sementara untuk Sandro, sejauh ini baru Matteo Darmian yang jadi pantauan.

Seperti disinggung sebelumnya, kedatangan Ronaldo hadirkan efek domino. Adalah mesin gol Juve dalam dua musim terakhir, Gonzalo Higuain, yang jadi tumbal.

El Pipita pada akhirnya dilepas ke AC Milan lewat status pinjaman disertai opsi permanen di akhir musim. Kesepakatan yang segera diresmikan tersebut juga melibatkan bek muda sarat prospek yang baru datang musim panas ini, Mattia Caldara.

Juve terpaksa langsung melepaskannya ke Milan, sebagai alat barter perekrutan Bonucci yang ingin kembali ke pelukan Si Nyonya Tua setelah “berkhianat” ke Setan Merah 12 bulan lalu.

Selain Higuain dan Caldara, Juve juga segera kehilangan top skornya di pramusim ini, Andrea Favilli, yang segera dipinjamkan ke Genoa. Nama lain yang masih berpotensi hengkang adalah Daniele Rugani, Alex Sandro, Miralem Pjanic, Stefano Sturaro, dan Marko Pjaca.

Kelima pemain itu gencar dikabarkan mendapat minat dari sederet klub besar. Rugani dan Pjaca jadi yang paling potensial untuk pergi. Nama pertama mendapat minat besar dari Chelsea, sedangkan nama kedua ingin dipinjam Fiorentina.

Tidak ada yang lebih dinantikan dari wajah baru Juve musim depan, selain Ronaldo. Bahkan lingkupanya tak hanya Juventini, tapi juga khalayak sepakbola dunia.

Keputusan Ronaldo untuk tinggalkan Real Madrid demi mendapat tantangan baru di Juve, merupakan kejutan terbesar di bursa transfer musim panas ini. La Vecchia Signora pun seakan mendapat durian runtuh atas kedatangannya, walau kampanye 2018/19 belum dimulai.

Meski harus gelontorkan banderol €112 juta dan gaji €120 juta yang tersebar dalam empat musim ikatan kontrak, impak di luar lapangan sudah langsung dirasakan Juve. Jersey Ronaldo laku keras, tiket musiman Allianz Stadium habis, follower di media sosial naik signifikan, dan berimbas pada peningkatan nilai saham klub.

Di atas lapangan, kedatangan Ronaldo menegaskan ambisi Juve untuk meraih gelar Liga Champions musim depan. Bukan lantas meremehkan Serie A Italia, karena tanpa CR7 pun La Vecchia Omcidi selalu juara dalam tujuh musim terakhir.

Sementara untuk Liga Champions, sudah 22 tahun trofi itu gagal digenggam dengan diwarnai lima kekalahan di final dalam prosesnya. Ronaldo diharapkan jadi alat orgasme Juve di Eropa.

Pelatih Juve, Massimiliano Allegri, dikenal tak pernah miliki pakem formasi. Dia gemar berkreasi menimbang kondisi skuat dan kebutuhan tim dalam sebuah pertandingan. Namun melihat kesediaan Ronaldo dan sederet winger berkelas dalam skuatnya, skema tiga penyerang dipercaya bakal jadi pilihan utama.

Sementara itu kedatangan Cancelo dan Leonardo Spinazzola, menegaskan bahwa lini belakang bakal kerap diisi empat personel. Sedangkan Bonucci yang segera diresmikan, diyakini bakal kembali ke peran lawasnya sebagai tandem sehati kapten anyar, Giorgio Chiellini, di jantung pertahanan.

Menariknya Allegri juga dikenal tak pernah ragu merotasi pemainnya, sekalipun berstatus bintang utama. Fakta ini jelas bertolak dengan Ronaldo, yang kerap memberontak jika dirotasi bahkan ketika tak dimainkan 90 menit.