Willy Caballero dan keluarga menerima berbagai ancaman setelah laga Kroasia, tapi juga mengucapkan terima kasih kepada mereka yang tetap mendukungnya.

Kiper Argentina milik Chelsea Willy Caballero mengakui dirinya dan keluarga kerap mendapatkan ancaman buruk dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab pascakekalahan negaranya dari Kroasia di laga penyisihan Piala Dunia 2018.

Caballero mencurahkan isi hatinya selepas kelolosan Albiceleste secara dramatis ke babak perdelapan-final turnamen akbar empat tahunan ini.

Kemenangan 2-1 atas Nigeria di partai pamungkas grup menggaransi laju mereka ke fase knock-out. Kendati demikian, Caballero menyadari masih banyak pihak yang tidak menunjukkan sikap respek terhadapnya.

“Lebih tenang… Setelah hasil positif dan lolos, saya menjadi anekdot, seorang yang malang, seorang yang blunder, apa pun yang ingin Anda sematkan. Ada banyak sebutan yang saya terima, karena itulah kesalahan dalam sepakbola,” tulis Caballero dalam Instagram-nya.

“Saya menerima banyak sekali sikap tidak respek, doa-doa yang buruk dan ancaman terhadap saya dan keluaga saya, sikap-sikap amarah ini benar-benar tidak membantu saya.”

“Saya bertahan dengan orang-orang yang mendukung saya, menemani saya dan merasakan penderitaan saya. Saya berterima kasih kepada mereka yang demikian, baik yang dekat dan jauh, mereka yang berani menulis untuk saya dan semua yang mendukung saya di satu sisi dan lainnya. Sekali lagi, saya menerima kesalahan saya. Namun saya tidak pernah menginginkan keluarga saya menghabisi hari-hari yang tidak menyenangkan.”

“Saya melihat baju Argentina dengan nilai-nilai yang saya pelajari di rumah saya dan tumbuh dalam sepakbola. Terima kasih kepada mereka yang selalu bersama saya dan keluarga saya,” tandasnya.